backspace

Untitled2

Bertemu dengan kalimat ini ketika sedang menyunting sebuah naskah.

Mata ini menatapnya lama, sambil malu-malu, atau sungkan. Sebab rasanya seperti berpapasan dengan seorang kawan lama di jalan ramai yang tak disangka-sangka dalam mimpi.

Lalu kalimat-kalimat lainnya mengabur, lenyap tak berjejak.

Dia menyapa lebih dulu, “Apa kabar?”

Dan jari manis di tangan kanan sudah siap menekan tuts backspace.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s