God View, Tuhan yang Maha Melihat tapi Diam Saja?

Billy-Lumby-God_View

Philip adalah seorang ayah yang sedang tak stabil jiwanya. Kesehatan mentalnya tengah terganggu. Istri dan anaknya telah keluar dari lingkaran kehidupannya. Ia kerap menyendiri, ngomong sendiri, dan bergerak seperti orang yang linglung di sekitaran Hackney, London, Inggris. Sampai akhirnya, ia menyambangi istri dan anaknya yang sedang berulang tahun sambil membawa sebuah kotak. Sang istri malah mendamprat dan mengusirnya. Namun, Philip tak mau pergi. Ia kemudian membuka kotak yang dibawanya.

Di adegan terakhir tersebut, film pendek berjudul God View (2011) karya Billy Lumby ini menyajikan efek maksimal dari tata kameranya. God View memang merupakan film yang unik dan spesial. Lewat kamera yang ditempatkan di atas oleh Brett Turnbull (penata sinematografi), film ini bermain-main dengan kemungkinan perspektif yang diolah dalam benak penonton. Dengan pemosisian kamera seperti itu, perspektif dalam memandang persoalan yang dibawa tokohnya jadi berubah total.

Apalagi, wajah aktor utama dalam menampilkan masalahnya kejiwaannya tak lagi terlihat secara jelas, kecuali pada satu-dua shot saja. Kita hanya bisa melihat perilaku Philip dari atas berikut interaksinya dengan orang lain. Dari situ, level masalah kejiwaan Philip memang cuma bisa ditebak-tebak. Tapi barangkali kita, penonton, tidak akan menyangka bahwa sebenarnya jiwa labil Philip sudah teramat parah. Pengadegan dari Billy Lumby dan pilihan shot yang diambilnya, terutama dalam memperlihatkan wajah anak perempuan Philip, dalam adegan pesta ulang tahun menjadikannya sebagai closure yang mengagetkan sekaligus juga amat kuat.

Posisi kamera yang nyaris selalu berada di atas tokoh utamanya ini juga meredefinisi kredo dalam dunia film yang menyatakan bahwa kamera adalah matanya sutradara. Sebab, sesuai judulnya, God View juga menjadi seolah-olah matanya Tuhan. Secara etimologis, posisi tersebut merupakan pengejawantahan ‘Yang Di Atas’—yang kerap disebut orang banyak sebagai kata ganti Tuhan. Maka, kamera dalam konteks judul God View tak ubahnya layaknya perangkat yang adiluhung.

Toh walau begitu, Billy Lumby tak berniat untuk men-‘canggih-canggih’-kan teknik sinematografi yang diterapkannya dalam God View. Ia hanya ingin eksperimentasi cara tutur lewat kamera. Ia pun sempat seperti sengaja sekilas memperlihatkan kamera yang di atas itu lewat sebuah refleksi di kaca mobil dalam sebuah shot. Boleh jadi tujuannya untuk bermain-main saja, tapi untung tidak berlebihan. Kalau tidak, logika dalam film ini akan rusak justru akibat alat, kamera, yang menjadi kekuatan film ini.

Ya, Billy memang tidak memberikan impresi akan teknik sinematografi yang canggih. Ia tidak ingin, misalnya, meniru teknik sinematografi yang dipakai Gaspar Noé dalam Irréversible (2002) dan Enter the Void (2009). Apalagi, kamera dalam God View sendiri juga memang tidak menangkap mimik muka aktor utamanya, Philip, dan aktor-aktris lainnya. Sehingga, permasalahan jiwa yang dialami Philip sulit untuk munculkan empati pada diri kita yang menonton.

Walau begitu, kamera dalam film pendek ini berhasil menjadi ibarat matanya Tuhan, yang memiliki sifat Maha Melihat dan Maha Tahu. Kalau sudah begini, kita pun ditodongkan pertanyaan tentang mengapa Tuhan membiarkan perbuatan keji Philip, dan manusia lain yang senasib dengan Philip dalam dunia nyata, tetap terjadi? Apakah karena perilaku-perilaku manusia akibat kegilaan dan masalah mental tak dikategorikan perbuatan dosa? Tentu film ini tak menyediakan jawaban-jawabannya. Film ini barangkali hanya menjadi medium bagi kita, sebagai manusia sosial, yang juga memiliki relasi transendental untuk terus mencari jawabannya, sehingga tindakan seperti yang Philip lakukan dapat dicegah.

 

*Tulisan ini dimuat pertama kali di Muvila.com pada Juni 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s