Mimpi yang Menenangkan

Copyright: tweetspeakpoetry
Copyright: tweetspeakpoetry

Dia datang layaknya lantunan doa yang syahdu. Dia, sebuah mimpi yang menenangkan. Dia, ternyata sulit dilupakan. Diabaikan. Apalagi disia-siakan.

Tuhan, jika dia datang atas nama hasrat maupun nafsu, kenapa menyeruak rasa hormat yang begitu besar untuknya? Dia bukan godaan. Karena dua tangan ini tak sampai berani menyentuhnya.

Tuhan, saya menyerah. Tujuh tahun sudah cukup menyiksa. Apa perlu sampai abadi?

Que sera, sera.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s