Satu Hari yang Berat untuk Otilia dan Gabita

4 Months, 3 Weeks, and 2 Days. Inilah (mungkin) satu-satunya film yang membuat saya duduk dengan tidak tenang selama menontonnya. Bukan karena tidak menarik, tetapi justru sebaliknya dan luar biasa menegangkan. Membuat saya agak merinding.

Apabila menyimak ide bahwa film adalah proses representasi, maka 4 Months, 3 Weeks, and 2 Days memang nyaris sempurna menjalankan proses itu. Film ini memberikan pemandangan mengenai kondisi Rumania saat komunis masih langgeng, yakni pada era pemerintahan Nicolae Ceausescu. Lebih spesifiknya, tindakan aborsi yang banyak dilakukan para wanita muda saat masa kelam negara itu.

Lewat dua tokoh utamanya, Otilia (Anamaria Marica) dan Gabita (Laura Vasiliu), dua mahasiswi yang bersahabat dan tinggal sekamar di asrama, penonton diajak memasuki kisah drama yang menegangkan ini secara perlahan. Dimulai dari percakapan mereka di dalam kamar, selasar asrama, lalu perjalanan Otilia di dalam bus kota, mendatangi hotel, menyusuri jalan raya sepi yang dingin, menemui Bebe (Vlad Ivanov) dan ikut mobil sedan mininya, hingga masuk ke kamar hotel kelas bawah.

Di tempat terakhir inilah ketiganya bertemu, dan tersingkap persoalannya: Gabita hamil dan ingin menggugurkan kandungannya dengan bantuan Bebe, si ahli aborsi. Masalah tidak berhenti di situ, karena ternyata Bebe menagih imbalan dalam bentuk lain untuk menuntaskan niatan Gabita. Akhirnya, ya, akhirnya dua sahabat ini tak bisa menolak. Mereka benar-benar kalah melawan keadaan yang menghimpitnya, seperti halnya ribuan perempuan Rumania yang juga bernasib serupa saat itu.

Unsur drama dan thriller yang terasa sangat kental di film ini. Cukup dengan setting yang minimalis-realis sesuai masanya, tata suara secukupnya tanpa latar musik apapun, dan komposisi cahaya dengan warna-warna monoton ternyata mampu menciptakan nuansa ketegangan yang dramatis. Hanya dengan itu, kegetiran kisah ini sudah terasa. Keadaan yang menimpa Otilia dan Gabita pun sepahit wajah Rumania yang terekam muram, sunyi, dan dingin kala itu.

Tetapi kekuatan utama film ini sebetulnya terbangun lewat kekokohan struktur cerita, unjuk akting ketiga pemainnya yang berkualitas di atas rata-rata, dan penuturan sutradara sekaligus penulis skenario Cristian Mungiu yang rapi. Cara Mungiu berkisah di sini memang lamban, tetapi pasti. Tampak kalau Mungiu penuh perhitungan dalam menuturkan alur kisah dan mengatur temponya. Dengan begitu, konflik dan ketegangan berhasil naik bertahap secara perlahan, sehingga memuncak di titik yang tepat. Mungiu rupanya sadar kalau film ini akan lebih dramatis dan menegangkan jika disuguhkan secara realis. Maka, adegan-adegan panjang ala handheld camera pun direkam dengan sokongan dialog yang pelit kata, namun maknanya menukik.

Drama menegangkan ini juga tercipta karena casting yang tepat. Kebolehan akting Marica, Vasiliu, dan Ivanov memang mengesankan. Di kamar hotel, ketiganya memberikan interaksi yang saling mengisi dan akhirnya mencengangkan penonton. Marica dan Vasiliu sukses menampilkan karakter perempuan yang memikul kepedihan dengan cara yang berbeda. Sedangkan, Ivanov memerankan pria penuh akal bulus dengan dingin dan datar. Dan, ya, ketiganya berhasil menunjukkan sosok-sosok itu dengan nyata.

Dari film Rumania peraih Palem Emas di Cannes Film Festival 2007 ini, kompleksitas persoalan yang kerap menimpa kaum perempuan terwakili lewat cerita aborsi ilegal. Film ini seperti ingin mengingatkan kepada khalayak dunia kalau Otilia dan Gabita bukan hanya bagian dari sejarah kelam Rumania, tetapi juga milik dunia, bahkan kisah mereka masih terjadi di belahan bumi lain.

 

PS: Ditulis pada Januari 2008.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s